Tuesday, August 20, 2013

Pemimpin Ideal Bangsa



                Sesungguhnya setiap manusia yang hidup di dunia terlahir sebagai seorang pemimpin. Hanya saja dari sekitar 7 Milyar manusia yang tinggal di bumi, hanya segelintir orang yang menyadari bahwa dirinya adalah seorang pemimpin. Seseorang yang bisa memimpin tidaklah harus seseorang yang memiliki jabatan tertentu di suatu organisasi atau kelompok tertentu. Karena pada hakikatnya minimal sesorang pemimpin adalah mereka yang bisa memimpin dirinya sendiri.
                Memimpin diri sendiri dapat dilakukan dengan cara self-controlling atau pengendalian diri. Yang dimaksud di sini adalah dengan mengendalikan diri dari nafsu yang membabi buta dan senantiasa memikirkan sesuatu dengan matang dan tidak tergesa-gesa demi kebaikan masa depan diri sendiri maupun orang-orang yang dipimpin.
                Selain itu, pemimpin adalah mereka yang belajar sedikit demi sedikit dari proses kehidupan atau pencapaian yang ada. Pemimpin bukanlah sekedar predikat yang didapat dengan sekejap mata, melainkan suatu tanggung jawab yang diraih melalui tahap-tahap yang berliku dan nantinya dipertanggungjawabkan kepemimpinannya. Pemimpin bukanlah suatu pencapaian instan yang dilalui tanpa rintangan dan kesakitan.
                Di samping itu, pemimpin haruslah seseorang yang visioner. Ia haruslah seseoarang yang memiliki wawasan ke depan, serta idealis dalam mempertahankan mimpinya untuk menjadikannya kenyataan. Namun yang harus diperhatikan adalah seorang pemimpin hendaknya memiliki visi yang sama dengan mereka yang dipimpin agar pada nantinya tidak terjadi perbedaan pendapat yang mengakibatkan disintegrasi. Hal ini dipaparkan Pandji Pragiwaksono dalam bukunya, Berani Mengubah, ia menjelaskan bahwa di tangan yang salah, arah Indonesia ini bisa diputarbalikan.  Sehingga pada akhirnya mereka yang dipimpin akan mendapat kekecewaan besar atas kepeimpinan pemimpinnya yang tidak berhasil mewujudkan visi atau mimpi mereka yang dipimpin.
                Terakhir, pemimpin tidak seharusnya memihak golongan manapun. Pemimpin seharusnya berada di posisi senetral mungkin. Satu-satunya acuan pemimpin dalam membuat suatu kebijakan adalah visi bersama dalam sebuah organisasi atau kelompok, bukanlah kepentingan segelintir orang yang memiliki visi-visi tertentu. Inilah yang masih menjadi PR untuk para pemimpin di negeri ini, untuk bertindak adil, tidak memihak dan tetap fokus kepada kepentingan bersama. Karena seringkali pemimpin di negeri ini terkesan plin-plan dan ragu dalam pengambilan kebijakan karena pilihan-pilihan yang memungkinkan merugikan golongan dari di mana ia berasal.
                Untuk itu pemimpin ideal untuk bangsa kita adalah seorang pemimpin yang memiliki tiga karakter dasar diantaranya adalah, dapat mengendalikan dirinya sendiri, visioner serta adil dalam pengambilan kebijakan. Rakyat akan terjamin kesejahteraannya jika seorang pemimpin memiliki tiga karakter dasar tersebut.

Daftar Pustaka

Pandji Pragiwaksono (2011). Indonesia Butuh Anda. From http://pandji.com/indonesia-butuh-anda/, 20 Agustus 2013
Pragiwaksono, Pandji (2012). Berani Mengubah. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.