Sunday, February 9, 2014

The Germs and The Thoughts.

"Bekas tisu sudah menggunung di tempat sampah di sebelah meja tulis. Di lempar sekenanya, yang tidak masuk tong sampah, diurus keesokan harinya saja. Yang empunya terlalu malas menggeser satu inchi pun dari tempatnya duduk. Jangan tanya bagian kamar yang lain, tidak luput dari ketidakpedulian yang empunya kamar. Sprei yang sedikit keluar dari tempatnya, belum juga dibenahi, sajadah sholat juga belum digulung, tas-tas ditaruh sekenanya, baju kotor tidak sempurna masuk keranjang, beberapa lengan baju atau celana masih menjuntai keluar. Siapa yang punya kamar ini? Astaga apa saja pekerjaannya?!!!"
Aku. Aku yang punya kamar itu. Aku yang mengetik post ini, di depan laptop, duduk di sajadah sholat yang belum digulung sedari tadi terakhir melaksanakan kewajiban yang lima waktu itu, yang sesekali menarik tisu baru dari dalam plastiknya kemudian mengeluarkan cairan dari hidung, yang membuat kepalaku berat sedari pagi. 

Serangan dadakan virus influenza akhirnya tidak bisa lagi kuhadang. Mungkin benar kata beberapa artikel yang aku baca tentang golongan darah, bahwa manusia dengan golongan darah A paling mudah terserang virus, salah satunya adalah influenza. Yasudahlah, toh aku tidak bisa meminta Tuhan di atas sana untuk mengganti golongan darahku bukan? Syukuri dan nikmati saja.

Berapa hari aku meninggalkan blog ini? Ya, dua hari. Dua hari sudah cukup untuk mengacaukan project-ku sendiri untuk menulis musik di playlist yang biasa aku dengarkan. Suck! 
Srooooooooot!
Sebelum menulis lebih jauh lagi, aku ingin mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada mereka yang konsisten menulis dengan mengikuti tema yang beragam selama tenggat waktu yang ditentukan seperti #30DaysChallenge blablabla, mereka hebat, aku harus mengakui itu, konsisten menulis dan menghasilkan karya selama 30 hari berturut-turut. Aku harus belajar banyak dengan mereka. #30DaysChallenge bukanlah kontes, setidaknya aku tidak pernah memikirkannya sebagai sebuah kontes. Itu adalah semacam motivasi yang tidak cukup memotivasi untukku bagi siapapun untuk terus menulis.

Tetapi kembali lagi seperti tulisanku yang sudah-sudah, bagiku menulis adalah tentang kejujuran, tentang kebebasan dan tentang sebuah dunia yang hanya bisa dimasuki oleh Sang empunya pikiran. Akhirnya aku berpikir untuk melupakan 30 days challenge, 7 days challenge, 1 day challenge dan challenge-challenge lainnya yang justru menjadikan kegiatan tulis-menulisku yang awalnya bermaksud untuk mengeluarkan pikiran-pikiran yang tidak semua bisa dikatakan menjadi sebuah kegiatan untuk mengejar target belaka. 
You Only Iive OnceDrake
Saat hidup telah dipenuhi dengan berbagai target yang harus dipenuhi, ditambah tenggat waktu yang membuat siapa saja seakan tidak ada punya waktu untuk sekedar ngopi-ngopi, tidak bisakah kita menyisakan sebuah ruang sempit, kecil namun tetap bisa membantu kita merelaksasikan pikiran, di mana akhirnya kita bisa duduk, memejamkan mata, mendengarkan dunia berbicara dan mengatakan, "let it go with the flow"?

Sisanya, dipikir nganggo ngopi wae sek, lur.