Saturday, March 24, 2012

Kalapus maximus

TIDAAAAAAAAAAAK!!!!
Baru tadi siang, waktu gue di jalan dengan si pegasus gagah berwarna putih (RE: Honda Beat warna putrih) *efek kebanyakan film laga* gue ngeliat sebuah baliho yang berdiri dengan tegapnya di depan SMP N 2 Wonosari. Poster tentang Telah diadakannya, 

PESTA BUKU GRAMEDIA 
TANGGAL 22 MARET-8 APRIL 
DI TOKO BUKU GRAMEDIA SUDIRMAN, YOGYAKARTA. 
HARGA BUKU MULAI DARI Rp. 5000!!!!!!!!

Ya Allah, apa ini.............. kenapa malah ada pesta buku yang menggoda nafsu hambaMu ini disaat dompet sedang tidak sehat u(O_Ou) Gue coba buat stay cool, tapi sungguh aku tak bisa! Gue udah lama menanti saat-saat seperti ini. Pasti di sana banyak diskon, pasti banyak buku yang diobral. Dan gue rasa, gue kalap. iya. KA-LAP. Ka-A-El-A-Pe. K-A-L-A-P! Gue sedang menderita penyakit Kalapus maximus. Dan parahnya, penyakit ini didukung dengan kondisi keuangan yang tidak sehat, jadilah gue ada di stadium akhir untuk penyakit ini. Buat kalian yang mau tau apa sih Kalapus maximus itu, baca-baca baik-baik paragraf di bawah ini.

Kalapus maximus adalah semacam penyakit yang diderita oleh beberapa species wanita di dunia. Orang yang terserang penyakit ini tidak bisa membedakan mana kehidupan nyata dan mana yang tidak nyata. Penyakit ini biasa berjangkit kepada wanita-wanita yang sedang berjalan melewati suatu hal yang dijual dengan harga tidak semestinya, dalam kasus ini dengan harga yang lebih murah.

Ciri-ciri penderita penyakit ini, adalah :
  1. Penderita akan membuka mulutnya kurang lebih sekitar 3cm-5cm dengan mata terbelalak ke arah obyek yang ia sukai.
  2. Penderita akan langsung mendatangi tempat di mana obyek tersebut diletakkan, dan melihat kondisi obyek tersebut dengan cepat dan sigap sambil mencengkeram obyek tersebut dengan kuat, hal ini dikarenakan penderita memiliki rasa ketakutan yang berlebihan akan predator lain yang secara diam-diam memangsa obyeknya tersebut saat ia lengah.
  3. Penderita akan menaruh obyeknya di lipatan ketiak dan menngepitnya dengan kuat sambil melngeluarkan dompetnya
  4. Jika kondisi dompet penderita sedang dalam keadaan sehat, tentu akan senyum sumringah yang muncul di wajah penderita
  5. Namun, jika kondisi dompet penderita sedang tidak sehat, sekali lagi, penderita akan membuka mulutnya selebar 3-5cm. Tak lupa dengan mata terbelalak. Kali ini, lebar belalakan mata penderita lebih lebar dari yang pertama kali dilakukan.
  6. Kondisi ini adalah kondisi paling memprihatinkan. Di mana penderita akan mengembalikan obyeknya dan kembali ke tempat ia seharusnya pergi dengan tenggorokan yang tercekat dan kesulitan dalam bernafas. Hal ini, juga memicu tempramen penderita yang melonjak drastis. Hal ini dapat dilihat dari tatapannya yang tertunduk lesu namun sangat berbahaya saat didekati. Pada keadaan seperti ini, orang-orang di sekelilingnya hanya boleh berkomunikasi dengan radius lebih dari 3Meter.
Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara cepat, karena banyak kasus hanya dapat disembuhkan oleh si penderita sendiri. ya, May Allah always bless them O:)