Thursday, May 10, 2012

Selamat tanggal 2 Mei!

*mendarat cantik dengan pegasus*
hahaha lupakan.
Hell-o pembacaku*nyapa jangkrik*! Udah lama nggak ngupdate ini blog ya *ngebersihin sarang laba-laba* seperti latest post(kalau kalian baca), gue emang lagi dikejar deadline sana sini dan  yap emang lagi (sok) sibuk sekali.

Ok, langsung aja.
Udah liat kan titlenya? Telat? iya emang telat, pake sangat! Tapi itu nggak buat gue males buat nge-post tentang satu hal yang nggak penting ini. Kembali lagi ke masa SD, ada apa sih di tanggal 2 Mei itu? Lupa? nggak inget? hmmmm, gawat lah kalo nggak inget. Well, di tanggal 2 Mei ini bertahun-tahun yang lalu, telah lahir seorang pejuang bangsa di bidang pendidikan. Yap, siapa lagi kalo bukan Ki Hajar Dewantara. Tanggal lahirnya beliau lantas dijadikan HARDIKNAS(Hari Pendidikan Nasional) untuk negara kita ini.

Pada hari itu, dan pada masa itu, semua orang senang, karena akhirnya hak mereka untuk mengenyam pendidikan ada juga yang memperjuangkan, nggak hanya anak-anak kompeni atau bangsawan aja, tapi juga semuanya. Yah, pasti udah kebayang lah gimana senangnya menerima pendidikan.

Sedikit meninggalkan masa lalu, sekarang liat realita di masa kini, sebelum bahas lebih lanjut, coba deh liat gambar-gambar ini dan renungin,
Menantang maut demi sekolah
Semoga Allah senantiasa menjaga mereka

"Cucuku tak boleh seperti aku yang sekolah di tempat seperti ini"

"Lantaiku..... lantai tak berujung"



Itu tadi sedikit potret pendidikan tanah air. miris bukan? 
Dikala di kota besar sebuah sekolah dapat difasilitasi dengan AC, namun di wilayah lain, murid yang sekolah harus duduk berhimpitan untuk mencari kehangatan di kala hujan. 
Dikala di kota besar seorang guru dapat mendapatkan gaji yang tak terhitung nilainya, di wilayah lain, guru hanya diupah satu liter beras.
Dikala siswa lain merajuk kepada sang Ibu untuk membelikannya NIKE keluaran terbaru, di kota lain, seorang anak harus rela memakaikan sepasang sandal jepit di sela-sela kakinya.

Siapapun, pasti tidak ingin hal serupa, tetapi inilah potret aslinya. Untuk itu, hendaknya pemerintah lebih membenahi diri untuk menata sistem dan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.

Omong-omong soal Hari Pendidikan, kemarin Rabu, ggue juga sempet merayakan hari Pendidikan yang diselenggarkan di alun-alun PEMDA. Di PEMDA, gue jadi salah satu anggota paduan suara sama 60 teman gue lainnya. Awalnya seneng, tapi setelahnyatemen gue jadi mikir sesuatu dan gue setuju dengannya, 

Kenapa juga pejabat-pejabat daerahnya malah dikasih tenda dan duduk untuk upacara yang singkat itu? Mereka berdiri saat mengheningkan cipta, menaikkan bendera merah putih, dan selebihnya duduk.
Kita bisa mikir gitu, karena kebetulan paduan suara berdiri di  samping tenda pejabat daerah. Dan kalo kita menghadap lurus ke depan kami waktu itu, ada barisan daari adek-adek kita yang SD, ini sedikit dari snapshotnya,
Emang rada nggak jelas, tapi ini gambar anak-anak SD yang ceritanya ngadem  sebelum upacara di mulai

Dan anak SD pun duduk di tempat

Bisa dimaklumin karena mereka masih kecil kan?
 Sayang banget, gue nggak ngambil foto pejabat-pejabat daerah yang duduk manis di tenda sebelah gue, lokasi kurang strategis untuk mengambil foto mereka kaks. Yang pasti enak kali ya jadi mereka, di kala dulu pahlawan perang-perang sampe gerilya-gerilya, panas-panasan sampe kulit mereka sama itemnya dengan tembikar(emang tembikar item?) tapi sekarang di jaman yang merdeka(fisiknya aja, jauh di dalam kita masih dijajah bung), mereka dengan enaknya upacara di bawah tenda dan hanya berdiri saat Sang Merah Putih dinaikkan dan mengheningkan cipta. what a life.

Harusnya ada kesetaraan di sini. Nggak peduli itu dari kalangan bawah atau kalangan atas. Dari golongan terpelajar atau pengajar. Dari Timur atau Barat. Dari Suku A atau B. Kalo udah masalah menghormati jasa pahlawan dan rasa cinta tanah air, harus tetep sama. Dan bisa dilihat dari kesetaraan pesertanya dalam mengikuti upacara bendera. Nggak ada yang diistimewakan atau dikucilkan.

Selamat hari pendidikan nasional!
Semoga Pendidikan di Indonesia lebih baik, baik dari segi anak didiknya, pengajarnya juga fasilitas pendidikannya.
:)